Cara Setting Mikrotik Dari Awal

Cara setting Mikrotik dari awal – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tutorial tentang cara setting MikroTik dengan Winbox dan komposisi hotspot MikroTik. Materi cara komposisi Mikrotik dasar panduan ini mencakup DHCP Klien, DHCP Server, IP Address, Firewall, NAT dan Routing. Bagi yang belum pernah menggunakan MikroTik ini

Agar cara setting MikroTik dari sejak awalnya lebih gampang dimengerti untuk yang baru memulai dapat download winbox terlebih dahulu, karena itu semua komposisi MikroTik ini kali seutuhnya memakai program Winbox yang berbasiskan GUI (Graphical Users Interface).

Selainnya seting berbasiskan GUI, Winbox bisa juga untuk komposisi MikroTik berbasiskan CLI lewat menu New Terminal. Tidak cuma lewat Winbox saja, kamu bisa juga mesetting MikroTik lewat browser (webfig), telnet dan putty.

Sekarang ini telah banyak seri router MikroTik, tetapi untuk belajar seting MikroTik sebagai gateway internet, karena itu kamu cukup menggunakan seri MikroTik Wifi RB941 hap lite, RB751, RB750 dan RB450. Sebagai alternative, kamu bisa juga memakai VirtualBox untuk jalankan MikroTik RouterOS.

Cara Setting MikroTik dari Awal dengan Winbox

Bagi yang baru hendak mempelajari konfigurasi MikroTik dari awal sampai akhir di Winbox dan sampai terhubung dengan internet dan cara seting DHCP Server. Di bawah ini beberapa langkah setting MikroTik dengan Winbox:

1. Buka aplikasi dan Login MikroTik di Winbox

Pertama login lewat Winbox dengan click di bagian Mac Address, isi form Login: admin dan Sandi: [kosong atau tanpa sandi], lalu click Connect.

2. Setting DHCP Klien Ethernet1

Sesudah login maka hal yang pertama yang dilakukan ialah DHCP Klien, tentukan menu IP – DHCP Klien – click tanda (+) – tentukan interface dengan isi form pada opsi Interface : ether1.
Langkah selanjutnya adalah menghilangkan tanda centang pada Use Peer DNS yang memiliki arti MikroTik tidak memakai DNS atribut dari ISP karena kelak akan memakai custom DNS, lalu click Apply – OK.

3. Seting IP Address Ether2

Cara setting IP address pada ether2, masuk dalam menu IP – Addresses – click tanda (+) dan akan ada tab baru, isikan dengan IP address dan prefixnya (/24) pada form Address : 192.168.1.1/24 dan tentukan Interface : ether2 dan click Apply – OK.

Saat ini ether2 telah mempunyai IP address yakni 192.168.1.1, kamu dapat menukar IP address itu seperti keinginan asal IP address class C misalkan 192.168.10.1/24.

4. Seting DNS MikroTik

Selanjutnya kita akan konfigurasi DNS, masuk menu IP – DNS – Isi pada form Servers : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4, selanjutnya klik tanda centang pada Allow Remote Requets dan click Apply – OK.

DNS tersebut merupakan DNS Google, disamping itu kamu bisa juga memakai DNS yang lain seperti DNS Nawala yang mempunyai IP yakni : 180.131.144.144 dan 180.131.145.145.

5. Seting NAT MikroTik

Setting NAT pada MikroTik dengan masuk dalam menu IP – Firewall – tab NAT – click tanda (+) – lalu isi form Chain : scrnat dan Out. Interface : ether1.

Chain: scrnat yang berperan untuk mengganti source address dari sebuah data paket, dalam kata lain MikroTik mengganti IP local jadi IP public.

Out Interface: ether1 tentukan traffic internet yang keluar MikroTik yakni lewat ether1.

Seterusnya pada tab Action pilih Action : masquerade dan Apply – OK.

Action: masquerade ini berperan untuk menyambungkan IP local dengan IP public.

Pada tahap ini device yang tersambung pada ether2 bisa terhubung internet akan tetapi harus isi IP address dengan manual, maka dari itu supaya tak perlu repot karena itu dapat memakai feature DHCP Server.

6. Seting DHCP Server MikroTik

Setting DHCP Server, masuk dalam menu IP – DHCP Server – tentukan menu DHCP Setting.

Pilih ether2 – Next

DHCP Address Space akan terisi otomatis – Next

Gateway akan terisi otomatis oleh IP Address dari ether2 yakni 192.168.1.1 – Next

IP pool yang akan dipakai oleh klien akan terisi otomatis sesuai hosts pada prefix yang dipakai yakni 192.168.1.2-192.168.1.254 – Next (IP address 192.168.1.1 tidak dipakai karena telah dipakai sebagai gateway dan 192.168.1.255 sebagai broadcast)

Isi DNS : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 – Next

Lease Time – Next (Untuk menentukan berapa lama koneksi yang diperbolehkan untuk setiap client)

Sampai disini semua computer/laptop yang tersambung dengan ether2 akan memperoleh koneksi internet dan IP address otomatis antara 192.168.1.2 sampai dengan 192.168.1.254, supaya bisa dipakai semakin banyak PC kamu dapat menambah switch pada ether 2.

Cara Setting Hotspot MikroTik dengan Winbox

Sesudah ether2 tersambung dengan internet, sekarang kamu dapat lakukan konfigurasi hotspot MikroTik pada ether yang lain. Di bawah ini beberapa langkah cara setting hotspot MikroTik:

Buka aplikasi winbox dan pilih menu IP – Hotspot – pada tab Servers temukan Hotspot Setting.

Pilih ether3 karena ether1 dan 2 telah dipakai pada settingan sebelumnnya – Next

Isi IP Address, misalnya 192.168.2.1/24 dan centang Masquerade Network – Next

Isi IP pool akan terisi otomatis sesuai hosts pada prefix yang dipakai yakni 192.168.2.2-192.168.2.254 – Next

Select Sertificate, pilih none – Next

Pada SMTP Server Pilih Next

Isi DNS : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 – Next

Pada DNS Name, bisa diisi apa saja misalkan “belajar MikroTik dengan Winbox” – Next

Tahap akhir isi user Hotspot dan sandi, misalnya nama user: MikroTik dan sandinya: Winbox – Next

Demikianlah tutorial Cara setting Mikrotik dari awal dengan winbox, semoga tutorial ini berguna bagi yang baru hendak ingin belajar. Terima kasih telah membaca dan selamat mencoba.

Home Servis Download
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x